Ortokeratologi, Solusi Mata Minus tanpa Kacamata dan Operasi Lasik

Ortokeratologi, Solusi Mata Minus tanpa Kacamata dan Operasi Lasik

Miopia merupakan tidak benar satu tipe kelainan refraksi mata yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Kelainan refraksi ini membawa dampak penderitanya sulit untuk lihat objek jarak jauh. Metode yang paling umum digunakan untuk menanggulangi situasi ini ialah bersama dengan mengimbuhkan lensa negatif, baik dalam bentuk kacamata ataupun lensa kontak lunak (soft lens). Bagi pasien yang tidak mengidamkan mengfungsikan metode ini, dokter mampu tawarkan pilihan operasi lasik untuk membentuk lagi struktur kornea. Meski demikian, tidak seluruh pasien mengidamkan atau mampu mencukupi syarat operasi lasik. Dalam situasi tersebut, dokter kemungkinan mesti tawarkan alternatif koreksi lainnya, yaitu bersama dengan mengimbuhkan lensa ortokeratologi.

Ortokeratologi, sering disebut pula bersama dengan ortho-k, merupakan sebuah metode non-operatif yang mampu dipilih bagi pasien miopia yang tidak mengidamkan mengfungsikan kacamata atau soft lens dalam kesehariannya. Ortho-k sendiri merupakan lensa kontak yang berwujud agak keras (hard lens) yang permeabel terhadap gas, seperti oksigen, agar kesegaran mata tetap terjaga. Berbeda bersama dengan soft lens, ortho-k cuma mesti digunakan terhadap malam hari sepanjang tidur. Lensa yang sedikit kaku ini dapat membentuk lagi kornea pasien miopia yang biasanya memiliki kelengkungan lebih besar dibanding mata normal. Prinsip pemakaian metode ini ialah bersama dengan menurunkan kebolehan refraksi mata bersama dengan cara mendatarkan anggota sentral dari kornea. Pemakaian Ortho-K sepanjang malam dapat mendukung menurunkan kelengkungan kornea. Kornea yang telah dibentuk sedemikian rupa selanjutnya dapat bertahan sepanjang sebagian sementara agar pasien mampu lihat normal tanpa mengfungsikan alat bantu penglihatan sepanjang beraktivitas Klinik Gangguan Mata .

Selain terhadap dewasa, ortho-k termasuk mampu jadi pilihan koreksi miopia terhadap anak-anak. Bagi anak yang tidak mengidamkan mengfungsikan kacamata, Ortho-k jadi pilihan pertama gara-gara operasi lasik belum mampu dikerjakan sampai seseorang berusia 18 tahun. Selain itu, pemakaian lensa tipe ini disebut mampu memperlambat progresivitas miopia anak. Penggunaan ortho-k sendiri termasuk tidak dibatasi umur tertentu agar mampu digunakan segala usia.

Ortho-k memiliki sebagian kelebihan dibanding bersama dengan metode koreksi lainnya. Pertama, ortho-k merupakan alternatif koreksi non-invasif agar disebut relatif lebih aman dibanding tindakan bedah. Selain itu, metode tipe ini kemungkinan mampu menghambat terjadinya ketidaknyamanan, seperti tanda-tanda mata kering, yang mampu terjadi akibat pemakaian soft lens sepanjang beraktivitas. Kelebihan lainnya adalah hasil dari ortho-k tidak berwujud permanen, jadi pasien mampu menghentikan ataupun mengganti metode koreksi kecuali dirasa tidak sesuai.

Meski begitu, pemakaian lensa ortho-k dinilai memiliki sebagian kekurangan, seperti tingkatkan risiko keratitis andaikan higienitas lensa tidak terjaga. Selain itu, sementara yang diperlukan untuk mendapat lensa yang sesuai bersama dengan situasi kelainan refraksi termasuk terbilang lama bersama dengan kesuksesan terapi yang kemungkinan banyak ragam antar pasien. Selain itu, hasil ortho-k yang berwujud reversibel membawa dampak pasien mesti teratur menggunakannya agar kornea tidak lagi ke bentuk semula. Kekurangan inilah yang mesti diperhatikan sebelum akan meresepkan lensa ortho-k terhadap pasien Orthokeratology .

Dari penjelasan di atas, Ortho-k memang mampu jadi alternatif terhadap pasien miopia yang tidak mengidamkan pemakaian alat bantu penglihatan atau tindakan operasi. Penggunaan lensa ini tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan dibandingkan metode koreksi lainnya. Perlu diperhatikan bahwa hasil yang didapatkan terhadap setiap pasien kemungkinan berbeda. Karena itulah, diperlukan komunikasi yang baik antara dokter-pasien agar mampu mendapatkan metode koreksi terbaik yang  sesuai bersama dengan preferensi pasien. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malaysia: Destinasi Utama untuk Pengobatan Terpercaya dan Berkualitas Dunia

Membuka Gerbang Harapan: Perjalanan Revolusioner Melawan Kanker Bersama ExpediHeal

Peran Teknologi Informasi dalam Menguatkan Layanan Puskesmas di Era Modern